Wednesday, 4 October 2017

Softskill Etika Profesi Akuntansi_Tugas 1



Etika Bisnis

http://www.bisnisrumahanpemula.com/pengertian-etika-bisnis/            

Etika (Yunani Kuno: "ethikos", berarti "timbul dari kebiasaan") adalah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. 


Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar salah, baik, buruk, dan tanggung jawab.
            Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis,dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia.

            Menurut James J. Spillane SJ, etika ialah mempertimbangkan atau memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambi suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang kepada orang lain.

BASIS TEORI ETIKA

1.      Etika Teleologi
Dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Dua aliran etika teleologi :
·      Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.Satu-satunya tujuan tindakan moral setiap orang adalah mengejar kepentingan pribadi dan memajukan dirinya. Egoisme ini baru menjadi persoalan serius ketika ia cenderung menjadihedonistis, yaitu ketika kebahagiaan dan kepentingan pribadi diterjemahkan semata-mata sebagai kenikmatan fisik yg bersifat vulgar.
·      UtilitarianismeMenurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan. Dalam rangka pemikiran utilitarianisme, kriteria untuk menentukan baik buruknya suatu perbuatan adalah “the greatest happiness of the greatest number”, kebahagiaan terbesar dari jumlah orang yang terbesar.

2.      Deontologi
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban.‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab:‘karena perbuatan pertama menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban. Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.

3.      Teori Hak
Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi baik buruknya suatu perbuatan atau perilaku. Teori Hak merupakan suatu aspek dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Hak didasarkan atas martabat manusia dan martabat semua manusia itu sama. Karena itu hak sangat cocok dengan suasana pemikiran demokratis.

4.      Teori Keutamaan (Virtue)
Memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya. Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral. Contoh keutamaan :
a)         Kebijaksanaan
b)        Keadilan
c)         Suka bekerja keras
d)        Hidup yang baik

PRINSIP-PRINSIP ETIKA

1.      Prinsip Keindahan
Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya. Misalnya dalam berpakaian, penataan ruang, dan sebagainya sehingga membuatnya lebih bersemangat untuk bekerja.

2.      Prinsip Persamaan
Setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.

3.      Prinsip Kebaikan
Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya. Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat sesungguhnya bertujuan untuk menciptakan kebaikan bagi masyarakat.

4.      Prinsip Keadilan
Kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.

5.      Prinsip Kebebasan
Sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai: 
·      kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan.
·      kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksana-kan pilihannya tersebut.
·      kemampuan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

6.      Prinsip Kebenaran
Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.

PRINSIP DASAR ETIKA PROFESI AKUNTANSI

1.      Tanggung Jawab profesi

Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peran tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka.

2.       Kepentingan Publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukan komitmen atas profesionalisme. Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung jawab kepada publik.
Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut.

3.      Integritas

Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, antara lain, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa.
Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.

4.      Objektivitas

         Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Obyektivitasnya adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota.
       Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain.

5.      Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan berhati-hati, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan.
Selain itu juga memiliki ketrampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional dan teknik yang paling mutakhir.
Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, demi kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung jawab profesi kepada publik.

6.      Kerahasiaan

Prinsip ini menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.
Seorang akuntan berkewajiban untuk menghormati kerahasiaan informasi tentang klien atau pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir.

7.      Perilaku Profesional

Setiap anggota harus berperilaku konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.

8.      Standar Teknis

Setiap kegiatan harus mengikuti standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, berkewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.
Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.

LINGKUNGAN BISNIS YANG MEMPENGARUHI ETIKA BISNIS

            Etika bisnis merupakan suatu rangkaian prinsip/aturan/norma yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis. Etika sebagai norma dalam suatu kelompok bisnis akan dapat menjadi pengingat anggota bisnis satu dengan lainnya mengenai suatu tindakan yang terpuji (good conduct) yang selalu harus dipatuhi dan dilaksanakan. Etika didalam bisnis sudah tentu harus disepakati oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan bisnis yang terkait tersebut.
            Etika bisnis terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha (bisnis). Kebenaran disini yang dimaksud adalah etika standar yang secara umum dapat diterima dan diakui prinsip-prinsipnya baik oleh masyarakat, perusahaan dan individu. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
untuk terciptanya etika didalam bisnis yang sesuai dengan budi pekerti luhur, ada beberapa yang perlu diperhatikan, antara lain :
  • Pengendalian diri
  • Pengembangan tenggung jawab sosial
  • Mempertahankan jati diri
  • Menciptakan persaingan yang sehat
  • Menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan.
Adapun hal-hal yang perlu dihindari agar terciptanya etika didalam bisnis yang baik yaitu menghindari sikap 5K
  • Katabelece
  • Kongkalikong
  • Koneksi
  • Kolusi, dan
  • Komisi
KESALING TERGANTUNGAN ANTARA BISNIS DAN MASYARAKAT

            Perusahaan yang merupakan suatu lingkungan bisnis juga sebuah organisasi yang memiliki struktur yag cukup jelas dalam pengelolaannya. ada banyak interaksi antar pribadi maupun institusi yang terlibat di dalamnya. Dengan begitu kecenderungan untuk terjadinya konflik dan terbukanya penyelewengan sangat mungkin terjadi. baik di dalam tataran manajemen ataupun personal dalam setiap tim maupun hubungan perusahaan dengan lingkungan sekitar. untuk itu etika ternyata diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu kewajiban perusahaan adalah mengejar berbagai sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat.
Berikut adalah beberapa hubungan kesaling tergantungan antara bisnis dengan masyarakat.
  • Hubungan antara bisnis dengan langganan / konsumen
Hubungan antara bisnis dengan langgananya adalah hubungan yang paling banyak dilakukan, oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etika pergaulanya secara baik. Adapun pergaulannya dengan langganan ini dapat disebut disini misalnya saja :
  • Hubungan dengan karyawan
Manajer yang pada umumnya selalu berpandangan untuk memajukan bisnisnya sering kali harus berurusan dengan etika pergaulan dengan karyawannya. Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal yakni : Penarikan (recruitment), Latihan (training), Promosi atau kenaikan pangkat, Tranfer, demosi (penurunan pangkat) maupun lay-off atau pemecatan / PHK (pemutusan hubungan kerja).
  •  Hubungan antar bisnis
Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahan yang lain. Hal ini bisa terjadi hubungan antara perusahaan dengan para pesaing, grosir, pengecer, agen tunggal maupun distributor.
  •  Hubungan dengan Investor
Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas dan terutama yang akan atau telah “go publik” harus menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para insvestor atau calon investornya. prospek perusahan yang go public tersebut. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informasi terhadap hal ini.
  • Hubungan dengan Lembaga-Lembaga Keuangan
Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan terutama pajak pada umumnya merupakan hubungan pergaulan yang bersifat finansial.

PERKEMBANGAN DALAM ETIKA BISNIS

            Sepanjang sejarah, kegiatan perdagangan atau bisnis tidak pernah luput dari sorotan etika. Perhatian etika untuk bisnis seumur dengan bisnis itu sendiri. Sejak manusia terjun dalam perniagaan, disadari juga bahwa kegiatan ini tidak terlepas dari masalah etis. Aktivitas perniagaan selalu sudah berurusan dengan etika, artinya selalu harus mempertimbangkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan. Memang benar, sejak ditemukannya bisnis, etika sudah mendampingi kegiatan manusiawi ini.
            Namun demikian, jika kita menyimak etika bisnis sebagaimana dipahami dan dipraktekkan sekarang, tidak bisa disangkal juga, disini kita menghadapi suatu fenomena baru. Belum pernah dalam sejarah, etika bisnis mendapat perhatian begitu besar dan intensif seperti sekarang ini. Etika selalu sudah dikaitkan dengan bisnis. Sejak ada bisnis, sejak saat itu pula bisnis dihubungkan dengan etika, sebagaimana etika selalu dikaitkan juga dengan wilayah-wilayah lain dalam kehidupan manusia deperti politik keluarga, seksualitas, berbagai profesi, dan sebagainya. Jadi, etika dalam bisnis belum merupakan suatu bidang khusus yang memiliki corak dan identitas tersendiri. Hal itu baru tercapai dengan timbulnya “etika bisnis” dalam arti yang sesungguhnya. Etika dalam bisnis mempunyai riwayat yang sudah panjang sekali, sedangkan umur etika bisnis masih muda sekali. Kita baru bisa berbicara tentang etika bisnis dalam arti spesifik setelah menjadi suatu bidang (field) tersendiri, maksudnya suatu bidang intelektual dan akademis dalam konteks pengajaran dan penelitian di peruguran tinggi. Etika bisnis dalam arti khusus ini untuk pertama kali timbul di Amerika Serikat dalam tahun 1970-an dan agak cepat meluas ke kawasan dunia lainnya. Dengan memanfaatkan dan memperluas pemikiran De George ini kita dapat membedakan lima periode dalam perkembangan etika dalam bisnis menjadi etika bisnis.

 http://astamiact.blogspot.co.id/2015/10/perkembangan-dalam-etika-bisnis.html

  1. Situasi Dahulu
     Pada awal sejarah filsafat, Plato, Aristoteles, dan filsuf-filsuf Yunani lain menyelidiki bagaimana sebaiknya mengatur kehidupan manusia bersama dalam negara dan membahas bagaimana kehidupan ekonomi dan kegiatan niaga harus diatur. Dalam filsafat dan teologi Abad pertengahan pembahasan ini dilanjutkan, dalam kalangan Kristen maupun Islam, Topik-topik moral sekitar ekonomi dan perniagaan tidak luput pula dari perhatian filsafat (dan teologi) di zaman modern. Dengan membatasi diri pada situasi di Amerika Serikat selama paro pertama abad ke-20, De George melukiskan bagaimana di perguruan tinggi masalah moral di sekitar ekonomi dan bisnis terutama disoroti dalam teologi.
     Pada waktu itu banyak universitas diberikan kuliah agama dimana masiswamempelajari masalah – masalah moral sekitar ekonomi dan bisnis. Pembahasannyatentu berbeda, sejauh mata kuliah ini diberikan dalam kalangan katolik atau protestan.Dengan demikian di Amerika Serikat selama paro pertama pada abad ke-20 etikadalam   bisnis   terutama   dipraktekan   dalam   konteks   agama   dan   teologi.   Danpendekatanini masih berlangsung terus sampai hari ini, di Amerika Serikat maupun ditempat lain.
  1. Tahun 1960-an
     Dalam   tahun   1960-an   terjadi   perkembangan   baru   yang   dilihat   sebagaipersiapan langsung bagi timbulnya etika bisnis dalam dekade berikutnya. Dasawarsa1960-an  ini  di  Amerika  Serikat  (dan  dunia  barat   pada   umumnya)  ditandai  olehpemberontakan terhadap kuasa dan otoritas, revolusi mahasiswa (mulai di ibukotaPrancis bulan Mei 1968). Suasana tidak tenang ini diperkuat lagi karena frustasi yang dirasakan secara khusus oleh kaum muda dengan keterlibatan Amerika Serikat dalam perang Vietnam. Rasa tidak puas ini mengakibatkan demonstrasi – demonstrasi paling besar dirasakan di Amerika serikat. Secara khusus kaum muda menolak kolusi yang dimata mereka terjadi antara militer dan industri. Industri dinilai terutama melayani kepentingan militer. Serentak juga untuk pertama kali timbul kesadaran akan masalah ekologis dan terutama industri di anggap sebagai penyebab masalah lingkungan hidup itu dengan polusi udara, air, dan tanah serta limbah beracun dan sampah nuklir.
     Dunia pendidikan menanggapi situasi ini dengan cara berbeda – beda. Salah satu reaksi paling penting adalah memberi perhatian khusus kepada social issues dalam   kuliah   tentang   manajemen.   Beberapa   sekolah   bisnis   mulai   dengan mencamtumkan   mata   kuliah   baru   di   kurikulumnya   yang   biasanya   dibesi   nama Business and Society.  Kuliah ini diberikan oleh Doden – Dosen manajeman dan mereka menyusun buku – buku pegangan dan publikasi lain untuk menunjang matakuliah   itu.   Pendekatan   ini   diadakan   dari   segi   manajemen   ,   dengan   sebagaian melibatkan   juga   hukum   dan   sosiologi,   tetapi   teori   etika   filosofis   disini   belum dimanfaatkan.
  1. Tahun 1970-an
     Etika bisnis sebagai suatu bidang intelektual dan akademis dengan identitas sendiri mulai terbentuk di Amerika Serikat tahun 1970-an. Jika sebelumnya etika hanya membicarakan aspek – aspek moral dari bisnis di samping banyak pokok pembicaraan   moral   lainya   (etika   dalam   hubungan   dengan   bisnis),   kini   mulai berkembang etika dalam arti sebenarnya. Jika sebelumnya hanya para teolog dan agamawan pada tahap ilmiah (teologi) membicarakan masalah – masalah moral dari bisnis, pada tahun 1970-an para filsuf memasuki wilayah penelitian ini dalam waktu singkat   menjadi   kelompok   yang   paling   dominan.   Sebagaian   sukses   usaha   itu, kemudian   beberapa   filsuf   memberanikan   diri   untuk   terjun   kedalam   etika   bisnis sebagai sebuah cabang etika terapan lainnya. Faktor kedua yang memicu timbulnya etika bisnis sebagai suatu bidang study yang serius adalah krisis moral yang dialami dunia bisnis Amerika pada awal tahun.
     1970-an krisis moral dalam dunia bisnis itu diperkuat lagi oleh krisis moral lebih umum yang melanda seluruh masyarakat Amerika pada waktu itu. Melatarbelakangi krisis moral yang umum itu , dunia bisnis amerika tertimpa oleh kerisis moral yang khusus . Sebagaian sebagai reaksi atas terjadinya peristiwa – peristiwa tidak etis ini pada awal tahun 1970-an dalam kalangan pendidikan Amerika didasarkan kebutuhan akan refleksi etika di bidang bisnis. Salah satu usaha khusus adalah menjadikan etika bisnis sebagai mata kuliah dalam kurikulum ini ternyata berdampak luas. Dengan demikian dipilihnya etika bisnis sebagai mata kuliah dalam kurikulum sekolah bisnis banyak menyumbang kapada perkembangannya ke arah bidang ilmiah yang memiliki identitas sendiri.
Terdapat dua faktor yang mendorong kelahiran etika bisnis pada tahun 1970-an yaitu:
·         Sejumlah filsuf mulai terlibat dalam memikirkan masalah-masalah etis di sekitar bisnis dan etika bisnis dianggap sebagai suatu tanggapan tepat atas krisis moral yang sedang meliputi dunia bisnis.
·         Terjadinya krisis moral yang dialami oleh dunia bisnis. Pada saat ini mereka bekerja sama khususnya dengan ahli ekonomi dan manejemen dalam meneruskan tendensi etika terapan. Norman E. Bowie menyebutkan bahwa kelahiran etika bisnis ini disebabkan adanya kerjasama interdisipliner, yaitu pada konferesi perdana tentang etika bisnis yang diselanggarakan di universitas Kansas oleh philosophi Departemen bersama colledge of business pada bulan November 1974.
  1. Tahun 1980-an
     Di Eropa Barat etika bisnis sebagai ilmu baru mulai berkembang kira – kira sepuluh tahun kemudian , mula – mula di inggris yang secara geografis maupun kultural paling dekat dengan Amerika Serikat, tetapi tidak lama kemudian juga negara– negara Eropa Barat lainnya. Semakin banyak fakultas ekonomi atau sekolah bisnisdi Eropa mencantumkan mata kuliah etika bisnis dalam kurikulumnya, sebagai mata kuliah pilihan ataupun wajib di tempuh. Sepuluh tahun kemudian sudah terdapat dua belas profesor etika bisnis pertama di universitas – Universitas Eropa. Pada tahun 1987 didirikan European Business Ethich Network (EBEN) yang bertujuan menjadi forum   pertemuan   antara   akademisi   dari   universitas   serta   seklah   bisnis   ,   para pengusaha dan wakil –wakil organisasi nasional dan internasional seperti misalnya serikat   buruh).   Konferensi   EBEN   yang   pertama   berlangsung   di   Brussel   (1987). Konferensi kedua di Barcelona (1989) dan selanjutnya ada konferensi setiap tahun : Milano (1990), London (1991), Paris (1992), Sanvika , Noerwegia (1993), St. GallenSwis   (1994),   Breukelen   ,   Belanda   (1995),   Frankfurt   (1996).   Sebagaian   bahan konferensi – konferensi itu telah diterbitkan dalam bentuk buku.
  1. Tahun 1990-an
     Dalam dekade 1990-an sudah menjadi jelas, etika bisnis tidak terbatas lagi pada dunia barat. Kini etika bisnis dipelajari, diajarkan dan dikembangkan di seluruh dunia, kita mendengar tentang kehadiran etika bisnis amerika latin, eropa timur, apalagi sejak runtuhnya komunisme disana sebagai sistem politik dan ekonomi. Tidak mengherankan bila etika bisnis mendapat perhatian khusus di negara yang memiliki ekonomi yang paling kuat di luar dunia barat. Tanda bukti terakhir bagi sifat global etika bisnis adalah telah didirikannya international society for business management economis and ethics (ISBEE).
Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:
1.      Pengendalian diri
2.      Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3.      Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4.      Menciptakan persaingan yang sehat
5.      Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6.      Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7.      Mampu menyatakan yang benar itu benar
8.      Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9.      Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10.  Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11.  Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan
  


Disusun Oleh :
Akhira Kautsara Wikastri
4EB19 / 20214702

Referensi sumber:



 

Sunday, 2 July 2017

Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2-Task 4

Search : Noun, Verb, and Adjective in the Job Conversation

Words and the Meaning



Verb (kata kerja)
1. Tell: Memberitahu
2. Call: Menelepon
3. Live: Tinggal
4. Joined: Bergabung
5. Get: Mendapatkan

Adjective (Kata Sifat)
1. Informal: Tidak Resmi
2. Generally: Secara Umum
3. Fresh: Baru / segar
4. Little:  Sedikit
5. Active: Fasih (aktif)

Noun (Kata Benda)
1. Financial Report: Laporan Keuangan
2. Math: Matematika
3. International Company: Perusahaan Internasional
4. Stock: Saham
5. Salary: Gaji

Written by Akhira Kautsara and Nunung Mutia
3EB19

Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2-Task 3

Mind Mapping and Make a Dialogue


The Dialogue Between a Job seeker and a Company



Company (C) : Nunung Mutia
Job Seekers (JS) : Akhira Kautsara W
JS            : Good morning Miss
C             : Morning, have a seat please ! Ok tell me about yourself!
JS            : So, my name is Akhira kautsara wikastri, but everyone call me sara. I am 22 years old. I                       live in South Tanggerang. I’m fresh graduate at accountancy of Gunadarma University.
C             : Hmm... Besides that, How about your informal education?
JS            : I’ve ever  joined the Mini Bank and English course class maybe six month ago.
C             : Oh great ! what  did you get from that course?
JS            : In Mini Bank course , I learned to be a front liner in bank generaly. And in English course                   I trained to be active in English.C             : Well, do you have a job experience?
JS            : Yes, I’ve ever joined the internship program at the tax consultant office when I was a
                 student.
C             : So, you have a tax abilities?
JS            : Oh yes, but just a little bit, but I have another  skill.
C             : what skill that you have ?
JS            : I can make financial  report and used the accounting software.
C             : Oh which software that you use?
JS            : Zahir, MYOB, DEC Easy Accounting Software
C             : Have you ever join an organization?
JS            : Mmm... i’d ever joined some organization like Obit and Osis MPK at senior high school
C             : Okey, Please tell me about your strength and weakness!
JS            : My strength are count quickly at the math, and my confidence is high. And my weakness                     is sometimes I feel comfort being Introvert
C             : Do you have any ambition in your career that you want to achive ?
JS            : Yes I have, I always thingking that some day i can manage some international companies,                  and i own most of the stock of that companies
C             : What do you know about our company ?
JS            : Mmm.. ENM Consultant is one of the tax consultant office at Jakarta ,which there are so                     many companies used it services. ENM Consultant had been registered as the tax attorney                   and   customs consultant since 2001 and has been trusted for many years.
C             : How much salary do you want ?
JS            : I expect I will get 6 million rupiah per month, but i believe you will give me what I                              deserve to get
C             : Ok, the last, Why should we hire you?
JS            : Because, I will show you my effort to do this job, and I commit my responsibility to this                       job
C             : Okay, enough, Thank you for coming, the announcement will be send to your email                            tommorrow, and good luck .
JS            : Oh yeah, Thank you Miss.

Written by Akhira Kautsara and Nunung Mutia

3EB19

Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2-Task 2

The Sadness Moment in My Life

My Beloved Cats


Four Months ago, I had three kittens. They lived in my house with my parents. I didn't live there cause I took the dorm at Depok city, so I couldn't see them playing. 

They played with every single thing in my house, although my Mom banned them. My mom still loved and fed them everyday with their favourite tuna snack. Every time I went home, they surprised me in front of the door, so I hugged and kissed them like a baby. It felt like a bunch of fluffy balls around me.

One day, I came home, and my mom told me that one of my kitten had a disease and had to be hospitalized. Then I felt so sad, I hugged my entire kittens and hoped them safed, and didn't get the same disease. Day after day my kitten that had disease didn't come back home. The doctor said that my kitten was dying, and I felt realy worse. I couldn't believed this happened. I was afraid that all of my cats would have the same thing.

Suddenly bad things happened, all of my kittens were attacked by the same disease. They started to spew up every food they ate, they didn't want to eat anymore. They also had a bad digestion. Then I took all of them to the pet hospital to got a treatment. Week after week I waited them, hoping they would be recover soon. But the worst thing happened. All of my kittens died. I couldn't believed those anymore, I couldn't hold it, I hugged my mom and cried a lot. I prayed to the god and hoping they would be blessed.



written by Akhira Kautsara Wikastri

Thursday, 20 October 2016

Business Letter

The Differences Between 

British Business Letter

with

American Business Letter

As we know that there are some differences between them, and the differences between UK and US are quite significant. Start from how to write it, until we finish it, and here, I will discuss about it below.

1. Address of sender

  • in American way :  it can either go on the top left or with the signatures in the bottom of the page
  • in British way : it goes on right
*but actually the recipient’s address is left-aligned in both countries ( finally they agree with something),in American way just add it after providing two line spaces between the addresses.

 2. Date

  • in American way : it written  "December 25, 2012 " and always on the left
  • in British way : it written "25th December 2012"  on the right or left of the page

3. If you’re addressing someone whose name you know 

  • in American way : you’d add a fullstop/period after their title .i.e. : Mr., Mrs., Ms.
  • in British way : where in the UK we’ve done away with the point leaving the title thus : Mr, Mrs, Ms 
*but each starts with "Dear..."

4. Subject line

  • in American way : the Subject is given in between the recipient’s address and the salutation having a blank line in between.
  • in British way : the subject line is placed between salutation and body of the letter.

5.  After mention a name or surname ( Salutation)

  • in American way : you’d now enter a colon (:) like " Dear Mr. Raviolli :"
  • in British way : in the UK used comma (,) like " Dear Mr Raviolli , "
*If you have a subject you want to add, much like the subject line in an email, add it under the salutation. To draw attention both US and UK prefer to use bold and/or upper-case letters

6. Closing

  • in American way : your close should be aligned with YOUR address. i.e. : In the US, however (thank you, Karen!) the most common closings in a formal letter are ‘Sincerely,’ ‘Sincerely yours,’ and ‘Very truly yours’, (‘Cordially’ and ‘Best regards’ also make a show at times).
  • in British way : in the UK it’s always left-aligned : In the UK, if you know the recipient’s name ‘Yours sincerely,’ is standard, and ‘Yours faithfully,’ when you don’t. ‘Kind regards,’ and his pleasant variants are acceptable, but they do prefer their cyber domain to paper.

7.  Post Script

  • in American way : in the UK ‘p.s.’ still holds true
  • in British way : in the US, ‘PS’ or ‘ps’ is the accepted norm

 

 Full and Modified Block Format

Whatever you're, whatever you do, when you Apply a job, or doing some business, sometimes you have to write a formal business letter. So, we can't avoid it. Here I'll mention about it. The main format of business letter are called full and modified block. You must know about it before, but do you know about the difference between them? lets check about it.. 

 

1. Full block format 

means that all the elements of the letter are left-justified so that the start of each line is at the left-hand margin. This is the more formal style, so use it if you’re unsure which to go for 

2. Modified Block Format

means that some elements of the letter are shifted over to the right. Nowadays, this style is appropriate in most contexts.


As a General , the body and structures of both type are not different, just about the position , so, both of them can be use in formal way.


Please give a thumbs for this article , and Thanks for reading :)


Arranged by : Akhira Kautsara Wikastri (20214702) 3EB19
References (source) :
1. http://www.lucycripps.com
2. https://www.linkedin.com/pulse/british-american-business-letters-differences-types-academy-bea-
3. http://www.indiastudychannel.com/english/2694-Writing-a-Business-Letter-in-American-and-British-Style.aspx
4. https://www.reference.com/business-finance/modified-block-format-7999110902b719b6

Sunday, 2 October 2016

Bahasa Inggris Bisnis


Difference Between British and American English


When I talk to British , They always say " You're not speaking English, You speak American !"

But as we know that there is no American language, it is just the same language with British right? so, why are they tell that British and American different?

I'll tell you about six significant differences between them :

  1. Vocabulary : The most noticeable difference between American and British English is vocabulary. There are hundreds of everyday words that are different. For example, Brits call the front of a car the bonnet, while Americans call it the hood. Americans go on vacation, while Brits go on holidays, or hols. New Yorkers live in apartments; Londoners live in flats. There are far more examples than we can talk about here. Fortunately, most Americans and Brits can usually guess the meaning through the context of a sentence.
  2. Collective Nouns :There are a few grammatical differences between the two varieties of English. Let’s start with collective nouns. We use collective nouns to refer to a group of individuals. In American English, collective nouns are singular. For example, staff refers to a group of employees; band refers to a group of musicians; team refers to a group of athletes. Americans would say, “The band is good.” But in British English, collective nouns can be singular or plural. You might hear someone from Britain say, “The team are playing tonight” or “The team is playing tonight.”
  3. Auxiliary verbs : Another grammar difference between American and British English relates to auxiliary verbs. Auxiliary verbs, also known as helping verbs, are verbs that help form a grammatical function. They “help” the main verb by adding information about time, modality and voice. Let’s look at the auxiliary verb shall. Brits sometimes use shall to express the future. For example, “I shall go home now.” Americans know what shall means, but rarely use it in conversation. It seems very formal. Americans would probably use “I will go home now.” In question form, a Brit might say, “Shall we go now?” while an American would probably say, “Should we go now?” . When Americans want to express a lack of obligation, they use the helping verb dowith negative not followed by need. “You do not need to come to work today.” Brits drop the helping verb and contract not. “You needn’t come to work today.”
  4. Past Tense Verbs : You will also find some small differences with past forms of irregular verbs. The past tense of learn in American English is learned. British English has the option of learned or learnt. The same rule applies to dreamed and dreamt, burned andburnt, leaned and leant. Americans tend to use the –ed ending; Brits tend to use the -t ending. In the past participle form, Americans tend to use the –en ending for some irregular verbs. For example, an American might say, “I have never gotten caught” whereas a Brit would say, “I have never got caught.” Americans use both got and gotten in the past participle. Brits only use got. Don’t worry too much about these small differences in the past forms of irregular verbs. People in both countries can easily understand both ways, although Brits tend to think of the American way as incorrect.
  5. Tag Questions :A tag question is a grammatical form that turns a statement into a question. For example, “The whole situation is unfortunate, isn’t it?” or, “You don’t like him, do you?” The tag includes a pronoun and its matching form of the verb be, have or do. Tag questions encourage people to respond and agree with the speaker. Americans use tag questions, too, but less often than Brits. You can learn more about tag questions on a previous episode of Everyday Grammar.
  6. Spelling : There are hundreds of minor spelling differences between British and American English. You can thank American lexicographer Noah Webster for this. You might recognize Webster’s name from the dictionary that carries his name. Noah Webster, an author, politician, and teacher, started an effort to reform English spelling in the late 1700s. He was frustrated by the inconsistencies in English spelling. Webster wanted to spell words the way they sounded. Spelling reform was also a way for America to show its independence from England. You can see Webster’s legacy in the American spelling of words like color (from colour), honor (from honour), and labor (from labour). Webster dropped the letter ufrom these words to make the spelling match the pronunciation. Other Webster ideas failed, like a proposal to spell women as wimmen. Since Webster’s death in 1843, attempts to change spelling rules in American English have gone nowhere.